Merdeka Belajar di Era New Normal Covid 19
Merdeka Belajar di Era New Normal Covid 19
Oleh : KHOIRUL IDA WIDYAWATI,SE.MM
NIP :197604152008012018

Pandemi bukan berarti berdiam diri kita harus tertap berkreasi dan berinovasi, justru saat pandemi kita harus lebih memutar otak penilaian akhir tetap berjalan dan siswa aman, evaluasi pembelajaran tetap tuntas, karena tugas seorang guru bukan berarti berdiam diri tapi tanggung jawabnya tetap harus dijalankan, siapa bilang saat pandemi kita hanya bersantai santai dan ongkang ongkang kaki dirumah , ya justru beban kita semakin berat harus memutar otak evaluasi tetap berjalan dan tuntas untuk kenaikan tingkat, justru kita semakin full kerja kadang pulangpun kita masih tetap harus buka lap top untuk lanjuti pekerjaan yang belum tuntas, banyak sekali yang dihadapi oleh siswa dan guru kita sat pandemi seperti ini, delema memang. Disisi lain kurikulum tetap berjalan tapi disisi lain kita kena PSBB , Sedangkan mayoritas siswa SMKN Wonorejo tak semuanya orang mampu, Kepala sekolah, tim IT dan kurikulum harus extra keras untuk memecahkan masalah ini. Terutama wali kelas harus juga extra keras untuk mengetahui keadaan siswa didiknya, karena sebagian besar siswa SMKN Wonorejo anak pondok, dan nota bene luar kota banhkan ada yang dari Luar proponisi dan luar negri,” Kata Pak Vicky kurikulum SMKN Wonorejo yang dalam hal ini adalah ketua umum PAS ( Penilaian Akhir semester). SMKN Wonorejo memang sangat spesial karena .disamping basic pondok dan banyak peraturan yang terpakai adalah peraturan pondok diantaranya sekolah setiap jumat harus libur dan hari minggu tetap masuk tidak seperti kondisi sekolah Negri pada umumnya. Sekolah Negri yang apada umumnya banyak lebih mengutamakan atitute atau akhlak, “karena manusia itu pada umumnya yang dibutuhkan dimana saja itu adalah akhlaknya , jika akhlaknya baik pasti semuanya kan ikut baik, faktor kedisilinannya juga baik, kejujurannnya juga baik dan pemikirannnya juga baik yo ngukutlah semuanya, karena Rosul sendiri diutus Allah untyk menyempurnakan akhlak iya toh” kata Pak Hadi kepala SMKN 1 Wonorejo yang terkenal ramah dan murah senyum ini.
“Banyak kendala yang dihadapi oleh Wali murid terutama kuota, ya mereka banyak mengeluh saat PAS ini dengan Daring , gimana tidak pada masa pandemi ini banyak usaha wali murid yang macet usahanya, banyak yang menjadi morban PHK Pabrik dan masih banyak lagi keluhan keluhan yang dihadapi orang tua selama masa pandemi ini, Gak ldilakukan itu kewajiban dilakukaun itu butuh kuota sedangkan untuk membiayai kehidupan sehari hari saja kadang masih pas pasan “ kata B evi seorang wali kelas TKJ ini, Ya memang dalam pandemi ini bukan SMKN 1 Wonorejo saja yang merasa kesulitan tapi hampir semua sekolah juga mengalami hal yang sama, apalagi Wonorejo termasuk SMK N yang ada di dalam lingkungan pesantren dan tergolong masih ada di desa kecil,
Sejak diumumkan PSBB dan lock down memang sekolah sekolah banyak dioliburkan atau belajar dari rumah karena pemerintah sangat menghawatirkan kondisi dari anak anak, karena anak anaak sekarang masih diragukan kebersihannya terutama anak dari TK,SD,SMP dari siswa yang tergolong masih kecil, pemerintah memperkirakan apabila pada bulan juni ini dimasukkan diperkirakan akan timbul kelompok baru dalam penyebaran covid 19, Aturan pemerintah dalam menerapkan PSBB ini memang pro dan kontra karena kebutuhan dan kejenunhan siswa juga terlalu lama dirumah sangat betul betul bikin mereka bisan dan suntuk dirumah , sementara itu sekolah juga tidak mau menanggung resiko untuk itu, karena pabila tidak mematuhi peraturan pemerintah apabila terjadi seuatu yang disalahkan juga pihak sekolah terutama pihak kepala sekolah dan jajarannya, Tapi ada segi positif juga dengan adanya pandemi ini, guru guru antusias dalam belajar IT terutama saat pandemi karena mau dan mau guru guru saat pelaksanaan PAS daring minimal semua guru harus belajar terbiasa mengisi dan membjuat soal di google form dan belajar membuat pembelajaran berbasis internet alias Daring.Tetap optimis dan berkreasi hadapi pandemi dengan belajar berkreasi dan berinovasi. Semoga ada hikma dibalik semua musibah, kita selalu mawas diri dan terus berkompetensi , Jadilah guru yang ber[prestasi teta[p berfikir positip di segala macam situasi dan komdisi, guruh yang terus maju tanpa mengeluh karena musibah itu dihadapi bukan dihinmdari semoga kita tetap jaya dalam segala musibah , Dan Allah semoga tetap selalu melindungi kita.


Jangan menjadi alesan tidak mempunyai kuota saat mengerjakan tugas tapi kita harus berusaha agar kita dapat mengerjakan tugas ataupun mengikuti ulangan ntah itu pergi ke warung-warung kopi ataupun membeli kuota. Apakah kita tidak malu apabila kita membeli kuoto cuma-cuma hanya untuk bermain game saja tapi saat ada tugas sekolah selalu mengeluh tidak mempunyai kuota Jangan ada kata menyerah untuk mengerjakan tugas sekolah karena sudah seharusnya kita sebagai murid harus belajar dan apalagi masa-masa pandemi ini kita harus selalu bersyukur kepada tuhan yang maha esa karena disetiap musibah pasti ada hikmahnya