29 October 2026
SMKN 1 WONOREJO JUARA 1 SAMURAIAN FESTIVAL 2026 REGIONAL MALANG RAYA–PASURUAN, SIAP MELAJU KE FINAL JAWA TIMUR
SMKN 1 Wonorejo berhasil meraih Juara 1 dalam Workshop Samuraian Festival 2026 tingkat regional Malang Raya–Pasuruan yang digelar pada 26–28 Oktober 2026 di SMK El Hayat Malang. Tim Teknik Sepeda Motor (TSM) menunjukkan kreativitas, ketelitian, dan kerja sama dalam kompetisi pengecatan bodi sepeda motor, mengungguli peserta dari sembilan SMK lainnya. Prestasi ini mengantarkan tim melaju ke Final Battle tingkat Provinsi Jawa Timur sekaligus memperoleh uang pembinaan sebesar Rp3.000.000. Keberhasilan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kompetensi vokasi dan mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi.
Malang, 28 Oktober 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMK Negeri 1 Wonorejo melalui siswa Konsentrasi Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) dalam ajang Workshop Samuraian Festival 2026 tingkat regional Malang Raya dan Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di SMK El Hayat Malang ini diikuti oleh 10 SMK. Tim SMKN 1 Wonorejo berhasil meraih Juara 1 dan memastikan langkah menuju Final Battle tingkat Provinsi Jawa Timur. Selain memperoleh gelar juara, tim juga berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp3.000.000 sebagai bentuk apresiasi atas keterampilan, kreativitas, dan kerja keras selama mengikuti kompetisi.
Tim SMKN 1 Wonorejo diperkuat oleh empat siswa, yakni Bimas Buqin Romadhoni (XII TSM 1), M. Khoirul Ardiansyah (XI TSM 2), Noval Ardila (XI TSM 2), dan Haikal Somadani (XI TSM 2). Mereka didampingi oleh tiga guru pembimbing, yaitu Lucki Setyawan Candela, S.Pd., Riky Arianto, S.Pd., dan Sukma Indarmawan, ST. Dalam kompetisi ini, para siswa menggunakan satu unit Honda Beat tahun 2022 sebagai media pengecatan. Mereka dituntut menggabungkan keterampilan teknis, kreativitas dalam merancang motif, ketepatan pemilihan warna, serta ketelitian pengerjaan untuk menghasilkan tampilan kendaraan yang menarik dan berkualitas.
Pada hari pertama, Senin (26/10/2026), kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengarahan teknis mengenai pelaksanaan workshop serta ketentuan kompetisi. Bapak Putut Kristanto Sudirman selaku Tim SEP (Samurai Education Program) menyampaikan bahwa kompetisi ini menjadi kesempatan bagi siswa SMK untuk mengembangkan kemampuan pengecatan otomotif sekaligus mengukur keterampilan mereka dalam lingkungan kompetitif. “Bagi SMK yang berhasil menjadi juara 1, berhak maju ke final Jatim,” tegasnya saat pembukaan. Pernyataan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta, termasuk tim SMKN 1 Wonorejo, untuk memberikan hasil terbaik sejak tahap awal hingga penyelesaian akhir.

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), persaingan semakin terasa ketika peserta mulai mengerjakan desain dan pengaplikasian motif pada bodi sepeda motor. Tahapan pengerjaan menuntut koordinasi antarsiswa, mulai dari persiapan permukaan bodi, pengolahan desain, pemilihan kombinasi warna, hingga proses pengecatan secara bertahap. Di tengah proses tersebut, Lucki Setyawan Candela, S.Pd., selaku guru pembimbing, terus mengingatkan siswa agar mengutamakan ketelitian daripada kecepatan. “Jangan tergesa-gesa dalam mendesain motif, tunggu cat kering sempurna dulu. Karena kerapian adalah nilai yang penting dalam penjurian,” pesannya. Arahan ini menegaskan bahwa kualitas hasil pengecatan tidak hanya ditentukan oleh kreativitas desain, tetapi juga oleh kedisiplinan mengikuti prosedur kerja dan kesabaran dalam setiap tahapan.

Pada hari ketiga, Rabu (28/10/2026), para peserta menyelesaikan tahap akhir pengecatan, termasuk aplikasi lapisan clear atau pelindung akhir, pengeringan, dan perakitan kembali komponen bodi sepeda motor. Setelah seluruh pekerjaan rampung, hasil karya peserta dipersiapkan untuk dipamerkan dan dinilai oleh dewan juri. Aspek penilaian mencakup detail dan kerapian motif, perpaduan warna, tingkat kesulitan desain, serta kualitas hasil akhir. Tim SMKN 1 Wonorejo mampu menunjukkan hasil pengerjaan yang unggul melalui perpaduan kreativitas, ketelitian, dan kerja sama. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keterampilan yang dipelajari dalam pendidikan vokasi dapat dikembangkan melalui praktik langsung dan pengalaman kompetisi yang menuntut standar pengerjaan profesional.

Raihan Juara 1 dalam Workshop Samuraian Festival 2026 menjadi pencapaian penting bagi SMKN 1 Wonorejo sekaligus membuka tantangan baru di tingkat provinsi. Keberhasilan tersebut tidak hanya membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp3.000.000, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berkompetisi dalam Final Battle Jawa Timur. Bagi sekolah, prestasi ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat pembelajaran praktik, budaya kerja yang teliti, kreativitas, dan kesiapan siswa menghadapi kebutuhan industri otomotif. Dengan bekal pengalaman dari tingkat regional, tim TSM SMKN 1 Wonorejo diharapkan mampu mempersiapkan diri secara lebih matang untuk menghadapi persaingan berikutnya dan kembali mengharumkan nama sekolah.
